Selamat datang di website SD Negeri Ngaliyan 02 Semarang

DUGDERAN

PAWAI DUGDERAN KOTA SEMARANG TAHUN 2023

Kata "Dugderan" sudah tidak asing lagi bagi kita warga kota Semarang. Apalagi Menjelang bulan Ramadhan. Dugderan adalah suatu upacara yang dilaksanakan tiap menjelang datangnya bulan Ramadhan. Upacara ini merupakan cerminan dari perpaduan tiga etnis yang mendominasi masyarakat Semarang yakni etnis Jawa, Tionghoa dan Arab. Nama “Dugderan” diambil dari kata “dugder” yang berasal dari kata “dug” (bunyi bedug yang ditabuh) dan “der” (bunyi tembakan meriam). Bunyi “dug” dan “der” tersebut sebagai pertanda akan datangnya awal Ramadhan. Menurut sejarah upacara Dugderan diperkirakan mulai berlangsung sejak tahun 1881 di kala Semarang dipimpin oleh Bupati RMTA Purbaningrat. Upacara ini dilatarbelakangi oleh perbedaan pendapat dalam masyarakat mengenai awal dimulainya puasa pada bulan suci Ramadhan. (http://dpad.jogjaprov.go.id/coe/article/dugderan-tradisi-menyambut-bulan-ramadhan-458).

Kegiatan Pawai Dugderan untuk sekolah-sekolah se kota Semarang tahun ini diadakan hari Senin, 20 Maret 2023. Berpusat di Lapangan SImpang lima Semarang, dengan rute pawai kearah Jalan Pahlawan. Kegiatan diawali dengan upacara pembukaan, persiapan pawai, dan dilanjutkan dengan kegiatan pawai yang diikuti seluruh sekolah di kota Semarang. SD Ngaliyan 02 juga turut serta meramaikan kegiatan tersebutu bersama dengan seluruh sekolah di Korsatpen Ngaliyan. Untuk Pawai tahun ini, barang yang dibawa adalah bunga manggar dan patung warag ngendog yang ukurannya tidak terlalu besar. Sehingga mudah dibawa oleh satu orang.

SD Ngaliyan 02

SD Ngaliyan 02 memberangkatkan 6 personil untuk ikut meramaikan kegiatan dugderan tersebut. Yang ikut dalam kegiatan tersebut yaitu : Ibu Niken Sasarwati, S.Pd.SD Guru Kelas V, Ibu Herlina Dyah Megawati, S.Pd. Guru Kelas I,  Ibu Ambar Fitriyah, S.Pd.I Pengganti Guru PAI, Bapak Rozaq Azizi Prihastoto, S.Pd. Guru PJOK, Bapak Sutejo penjaga sekolah dan dipimpin langsung oleh Kepala Sekolah SD Ngaliyan 02, Ibu Haidar Rohbiyatun, S.Pd.. Sesuai dengan instruksi, untuk busana, atau kostum yg dipakai adalah baju adat atau baju profesi. Untuk guru perempuan memakai kebaya nuansa merah, dan yang laki-laki memakai baju adat srmatangan atau baju sesuai profesi.

Kegiatan berlansung cukup meriah meskipun diwarnai dengan hujan diakhir acara. Namun tidak menyurutkan semangat para peserta dalam mengikuti pawai Dugderan tahun ini. Semoga dengan ini Kota Semarang semakin Kompak dan Semakin Hebat dimata masyarakat semarang dan sekitarnya. 

FOTO KEGIATAN

      

PAWAI DUGDERAN SD NEGERI NGALIYAN 02